Rabu, 01 Oktober 2014
Riyadlotut Thalabah
KH.Mawardi
The Founder Of Riyadlotut Thalabah
K.H Mawardi adalah salah satu tokoh pendiri yayasan Riyadlotut Thalabah Sedan.Beliau lahir pada tahun 1901,bersamaan dengan lahirnya Presiden Soekarno.Beliau terlahir dari pasangan K.H Nahrowi dengan Ibu Syari'ah.K.H Mawardi terkenal sebagai orang yang bersahaja dan sangat taat kepada kedua orang tuanya.
Pada tahun 1916-1917 beliau mondok di Kajen-Pati.Setelah itu K.H Mawardi pindah ke Ponpes Solo,milik K.H Idris,selama 2 tahun.Setelah keluar dari Ponpes Solo beliau,beliau menikah dengan Hj.Maryati,putri dari K.H Masykur ,yang ada pada saat itu baru berusia 7 tahun dan hanya dinikahi secara siri.Setelah menikah,beliau melanjutkan mondok ke Tebu Ireng Jombang.
Pada waktu itu belum ada kendaraan ,sehingga untuk sampai di sana beliau harus berjalan kaki dan menghabiskan waktu selama 15 hari.Sebelum berangkat,beliau diberi pesan oleh abahnya untuk tidak memberi tau identitas yang sebenarnya kepada K.H Hasyim Asy'ari ,selaku pengasuh Pondok Tebu Ireng.Beliau hanya mengaku sebagai anak petani dari pamotan .
Setelah 4 tahun di sana,beliau dikunjungi oleh abahnya K.H Nahrowi.Sejak itulah K.H Hasyim Asy'ari mengetahui identitas beliau yang sebenarnya,sehingga membuat K.H Hasyim Asy'ari sedikit kecewa dan marah kepada beliau.Sejak saat itu juga,beliau disuruh K.H Hasyim Asy'ari ndalem (santri yang mondok secara gratis,namun dengan cara membantu pekerjaan di rumah kyai).Beliau mondok di sana selama 8 tahun.
Setelah pulang dari Jombang,beliau dibangunkan musolla oleh abahnya yang diberi nama Roudlotul Mujtahidin yang sampai sekarang masih digunakan untuk berjamaah dan tempat mengaji.Pada tahun 1948,beliau mendirikan Madrasah Diniyah bersama Mbah Munawir,Mbah Kurdi,Mbah Masykur,Mbah Najah,dll.Sekitar tahun 60-an ,madrasah tersebut berkembang menjadi MWB,yaitu Madrasah Wajib Belajar yang memuat materi 30 % pelajaran umun dan 70% nya pelajaran agama.Pada tahun 1973 MWB berkembang lagi menjadi MWP,yaitu Madrasah Menengah Pertama.Akan tetapi,madrasah ini hanya berjala sekitar 2 tahun.Seiring dengan berjalanya waktu dan berkembangnya zaman,madrasah tersebut di kembangkan menjadi sebuah yayasan yang diberi nama Riyadlotut Thalabah meliputi RA,MI,MTs,MA.Nama Riyadlotut Thalabah itu sendiri diambil dari nama Madrasah Pertama di Pulau Jawa yang ada di Tebu Ireng.
Selang beberapa tahun,K.H Mawardi wafat.Bertepatan pada hari Ahad,20 April1976 beliau dimakamkan di samping pesarean Sayyid Hamzah Syato'.Pada waktu itu beliau meninggalkan satu orang istri dan 8 anak.Sampai sekarang,nama K.H Mawardi masih terus terukir sebagai salah satu pendiri yayasan Riyadlotut Thalabah Sedan,sekaligus sebagai pahlawan pendidikan .
Gajah mati meninggalkan gading.
Manusia mati meninggalkan nama,kesimpulanya jadilah orang yang bermanfaat agar kita tetap hidup meskipun kita telah mati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar