Jumat, 10 Oktober 2014

INSPIRASI HIDUP


Beberapa Katak Dan Menara



Suatu hari ada sekelompok katak kecil yang mengikuti sebuah perlombaan.Mereka berjalan  untuk mencapai puncak menara yang sangat tinggi pada sebuah kerumunan besar yang berkumpul di sekitarnya menara untuk melihat perlombaan dan  memberikan semangat kepada para katak yang mengikuti perlombaan itu.

Ketika wasit memulai perlombaan tersebut,semua katak kecil  mencoba untuk mencapai puncak menara secepat mereka bisa.

Jujur, tidak ada satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa mencapai puncak menara.Mereka  berkata "oh, itu harus terlalu sulit bagi mereka".

Ada seekor capung yang juga ada di antara kerumunan, menjawab,"saya pikir tidak akan sampai ke menara atas.Ruangan terlalu tinggi!".

Beberapa katak kecil mulai runtuh.Mereka  menyerah naik lebih tinggi, kecuali bagi mereka yang mendapatkan ruangan untuk naik lebih tinggi dan lebih tinggi.Mereka  berusaha keras untuk mencapai menara.

Tampak lelah, tetapi mereka terus menempatkan dalam upaya terbesar mereka, sehingga untuk mencapai puncak menara.

Kerumunan terus berteriak.Seekor angsa berkata, "itu terlalu sulit ! Tidak ada yang akan mencapainya! Mereka terlalu kecil dan lemah untuk mencapai menara yang tinggi".

Lebih banyak  katak kecil lelah dan menyerah , tapi ada satu yang terus semakin tinggi dan semakin tinggi.Katak satu itu sepertinya tidak akan menyerah.

Pada akhirnya, katak kecil telah menyerah memanjat menara, kecuali  satu katak kecil dengan  upaya yang besar  adalah satu-satunya yang mencapai puncak!

Kemudian, semua katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak kecil itu bisa melakukannya .Mereka bertanya bagaimana cara katak itu menemukan cara untuk mencapai tujuan ?.Ternyata pemenangnya(katak kecil) adalah tuli.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah "Apabila kita menginginkan kesuksesan maka jangan pernah mendengarkan perkataan orang-orang yang berusaha menjatuhkanmu dari keinginanmu.Jadikanlah si katak kecil yang tak pernah menyerah  sebagai contoh.Ia terus berusaha untuk mencapai puncak menara dengan penuh semangat tanpa menghiraukan teman-temanya yang berjatuhan dan sama sekali tidak mendengarkan  perkataan para penonton karena dia tuli.Meskipun kita tidak tuli anggap saja kita tuli ketika kita mendapat perkataan yang tidak mendukung untuk menggapai cita-cita kita.Anggap saja perkataan itu hanyalah angin yang lewat agar kita mampu mencapai menara seperti katak kecil itu.Agar kita mampu meraih tujuan kita dalam hidup yang penuh dengan kompetisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar