Kamis, 02 Oktober 2014

Resensi Novel Tere Liye


Dawis Tere Liye adalah seorang penulis yang terkenal dengan hasil cerita-cerita yang sangat bagus di dalam karyanya.Pasti anda akan kagum dan mata anda kaku seketika ketika membaca novel-novelnya.
Berikut resensi novel Tere liye dari saya,tepatnya novel yang berjudul "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin".Waktu itu saya di pinjami novel itu dari guru bahasa saya,ya udah gak ada salahnya di baca.Langsung aja ya gan ini hasil resensi saya;

"DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN"
Oleh :Qurrotul A'yunina






Judul buku     :Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis           :Tere-Liye
Penerbit          :PT.Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit   :2010
Ukuran            :264 hlm;20 cm
Harga              :Rp.48.000

Bagi para pecinta novel,siapa yang tidak kenal dengan  Nama Tere Liye,penulis yang melambung namanya berkat beberapa novelnya yang berkarakter kuat,terbit,dan berhasil menarik minat baca para pembaca.Novel-novel yang ditulis oleh Tere Liye berhasil lolos dari jebakan dramatisasi kisah.Ia bercerita apa adanya tentang suatu realitas  yang memang menyedihkan.Novel-novel Tere Liye akan membasahi wajah kita setelah kering dan kaku membaca novel-novel yang memberikan kekuatan pada bobot dan beragam kiasan  dalam ceritanya.

Thefalling leaf doesn't hate the wind,sebuah kalimat anonymous yang dipopulerkan  dalam film jepang Zatoici,telah menjadi inspirasi atas lahirnya judul novel karangan Tere Liye ini.Novel ini diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka Utama pada bulan Juni 2012.Bahasa yang digunakan oleh Tere Liye dalam novel ini cukup ringan dan mudah dimengerti oleh semua level pembaca.Alurnya bagus, latar yang disampaikan jelas dan mampu membawa pembaca seperti benar-benar berada  ditempatnya.Penokohanya sangat menarik,Tere Liye mampu menjelma sebagai tokoh  yang sesuai dengan kehidupan nyata,tidak hanya sekedar imajinasi belaka.Banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kita petik dari novel ini dengan mengikuti aliran ceritanya.Hanya satu kekuranganya,ruang lingkup cerita terlalu kecil.Akan tetapi,hal tersebut tidak mengurangi keindahan novel ini,sama indahnya dengan novel hebat Tere Liye yang lain.Kerangka Novel karangn  Tere Liye ini cukup berbobot dan berkualitas.

Dilihat dari fisiknya,Novel ini memiliki beberapa kelemahan,yaitu kertas yang digunakan adalah kertas buram dan di dalamnya tidak dilengkapi dengan daftar isi .Padahal, dalam novel tersebut terdiri dari beberapa kisah yang dipisahkan.Hal tersebut menjadikan pembaca kesulitan ketika akan membaca cerita yang diinginkan dari salah satu judul dalam  novel ini.Akan tetapi,hal tersebut dapat ditutupi dengan keunggulan-keunggulan  yang dimiliki oleh novel ini.Novel ini disajikan dengan  dengan sampul yang terbuat dari bahan kertas karton  yang halus,warna yang sesuai dengan judul dan sesuai dengan isi yang disampaikan.Harga buku ini juga sangat terjangkau,jika dibandingkan dengan  novel-novel karangan Tere Liye lainya.Bahkan,harga novel ini paling murah  di antara novel-novel Tire Liye lainya.Padahal,pesan yang disampaikan tidak kalah bagusnya  dengan novel -novel lainya itu.

Hal lain yang menarik dari novel ini adalah judulnya.Ketika seseorang  membaca judul novel ini,mungkin pertama kali yang terlintas  dalam pikiranya adalah novel ini akan bercerita tentang  sebuah kisah cinta dimana salah satunya selalu merasa tersakiti oleh pasanganya.Tapi rasa sakit yang dirasakanya  tak bisa mengalahkan rasa sayangnya.Ternyata perkiraan tersebut salah,Tere Liye menyajikanya menjadi sebuah cerita  yang unik dan menarik.Seperti biasa,Tere-liye memang jagonya kalau soal membuat pembaca merasa penasaran .

Kalau anda membaca bait pertama yang aada di halaman belakang novel,maka anda akan mulai merasakan satu langkah masuk ke pintu imajinasi Ter-liye.

"Dia bagai malaikat bagi keluarga kami.Merengkuh aku,adikku,dan ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa.Memberikan makan,tempat berteduh,sekolah,dan janji masa depan yang lebih baik".


Novel ini menceritakan tentang kehidupan dua anak kecil yang baik,pintar,penurut dan berbakti.Ayah mereka meninggal saat mereka masih berusia 8 dan 3 tahun.Sedangkn ibu mereka tak memiliki apa-apa,kecuali sekepal  tangan yang lemah.Meskipun mereka hidup susah,namun mereka tetap tegar dan tumbuh menjadi anak-anak yang bisa diandalkan.Tumbuh menjadi anak mandiri dengan segala kepolosanya.

Tania dan adiknya ,Dede,adalah anak jalanan yang biasa mencari uang dengan mengamen .Suatu malam,saat mereka di dalam bus untuk mengamen,tanpa sadar kaki Tania  berdarah karena menginjak paku payung  yang tergeletak di tengah-tegah bus.Tanpa disadari bagian tajamnya menghadapke atas dan seketika  itu menghujam  kaki Tania yang tak beralas sehelaipun.Saat itu,paku payung tersebut sempurna  tertanam dalam telapak kaki Tania.Mereka tak memiliki cukup uang untuk membeli  alas kaki.Sontak,hal ini membuat seseorang pemuda,Danar,segera membantunya dengan membalut kaki Tania menggunakan sapu tanganya.Ya,inilah awal pertemuan Tania dan Danar,yang bahkan jarak umur mereka mencapai 14 tahun.

Sejak saat itu,Danar mengubah kehidupan  Tania dan keluarganya menjadi lebih baik.Mereka yang selama ini tinggal di rumah kardus,sekarang sudah bisa tinggal di rumah kontrakan.Tania dan Dede juga mulai sekolah lagi setelah sebelumnya sempat berhenti.Kehidupan mereka pun menjadi  lebih baik setelah bertemu dengan Danar.Danar pun sering mengajak Tania dan Dede untuk pergi ke toko buku yang terletak di jalan Margoda Raya.Toko buku itu kemudian menjadi tempat favorit mereka,karena di sana mereka bisa bertukar cerita,melamun,mengkhayal dan menikmati  indahnya malam hari  dari dinding kaca lantai dua toko buku tersebut.

Pada bagian bait kedua,"Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami.Memberikan kasih sayang,perhatian dan teladan  tanpa mengharap budi sekalipun .Dan lihatlah,aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar  perasaan ini" dan ketiga "Ibu benar,tak layak aku mencintain malaikat keluarga kami.Tak pantas.Maafkan aku,ibu.Perasaan kagum ,terpesona,atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua".

Siapa sangka,Tania kecil bisa jatuh cinta  pada pria dewasa yang bahkan berbeda empat belas tahun lebih tua darinya.Itulah sebabnya dia  berusaha keras untuk menjadi wanita  yang cantik,yang cerdas,agar bisa sepadan dengan  malaikatnya,Danar.Waktu berjalan cepat dengan kemajuan yang cepat pula.Tania tumbuh menjadi perempuan dewasa yang hebat.Dia bersekolah di Singapura tepat setelah ibunya meninggal.Saat itu,Danar sudah seperti keluarganya sendiri,
Tania tak pernah tau  bagaiman perasaan Danar terhadapnya.Di satu sisi,Tania berpikir mungkin Danar hanya menganggapnya sebagai adiknya.Namun di sisi yang lain Tania ingin Danar menjadi miliknya ,menjadi suaminya.Tapi semua berubah,saat Tania mendengar kabar bahwa Danar akan menikah  dengan seorang perempuan  bernama Ratna.Hatinya pun hancur berkeping seperti karang terhempas ombak.

Di bait keempat ,"Sekarang ,ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tau diri ,bialah...Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun ...daun uang tidak pernah membenci angin meski harus terenggut dari tangkai pohonya".
Waktu pun berlalu.Danar sudah membangun rumah tangganya dengan Ratna,dan Tania pun tetap melanjutkan pendidikanya di Singapura.Saat Tania pulang ke Indonesia ,ada hal yang mengejutkan yang tak pernah ia tau  sebelumnya.Ada satu kalimat yang sangat menarik dalam novel ini  yaitu"Bahwa hidup harus menerima , penerimaan yang indah.Bahwa hidup harus mengerti,pengertian  yang benar.Bahwa hidup  harus memahami,pemahaman yang tulus.Tak peduli lewat apa penerimaan ,pengertaian,dan pemahaman itu datang .Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan ".(hal 196).

Banyak sekali nilai yang terkandung dalam novel ini.Novel ini mengajarkan kita agar belajar mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.Selalu optimis dalam menjalani hidup,dan yakin bahwa Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya tersebut.Novel ini mengajarkan keikhlasan,memahamkan pembacanya ,bahwa apa yang kita inginkan belum tentu bisa kita dapatkan.Mengajarkan kita untuk lebih  bijak dalam angan yang akan membayangi langkah ,serta menahan kita untuk tak berprestasi .Novel ini memang mengalir dengan syahdu .

Barangkali ketika membacanya,anda juga akan merasakan luka yang sama atau bahkan 'gemas' dengan tokoh utama yang terlalu larut dalam angan keinginanya,dan cintanya.Sehingga hal itu justru  menyusahkan  dirinya sendiri,juga merusak rencana-rencana masa depan orang lain.

Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri,sibuk merangkai semua kejadian di  sekitarnya  untuk membenarkan  pengharapan hatinya .Sibuk menghubungkan hal,agar hatinya senang menimbun mimpi.Sehingga ,suatu saat dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.Novel ini layak dibaca karena mengandung banyak pesan moral terutama tentang kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar