Aku Bertahan Demi Adik
Nisa adalah seorang anak yang mempunyai jiwa sosial tinggi kepada semua orang,khususnya pada orang di sekitarnya.Ia dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu.Ia tumbuh cukup bahagia bersama keluarganya yang utuh.Ayah dan ibunya sangat mencintainya.Namun ketika muncul adik baru dalam kehidupanya yang sekarang,rasa sayang itu dirasa berkurang dan terkikis lalu habis.Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta,sedang ibunya hanya mengurus rumah saja.Untuk mencukupi kehidupan mereka sehari-hari terasa berat dirasakan bagi ayah mereka selaku yang memimpin keluarga.
Hari demi hari terasa dihukum dengan serba kekurangan.Setiap hari orang tua Nisa selalu bertengkar dan sering emosi.Mungkin semua itu karena pendapatan yang tak pernah ada sedangkan pengeluaran yang tak pernah kunjung berhenti dan hutang yang menumpuk dimana-mana.
Nisa sedih dengan keadaan yang seperti itu,ia selalu menangis ketika kedua orang tuanya tidak akur,ia takut suatu saat nanti mereka berpisah dan Nisa yang menjadi perdebatan bagi mereka.
Beberapa bulan kemudian suasana rumah terasa kurang dengan tidak adanya ayah Nisa.Hal yang ditakutkan Nisa ternyata kenyataan .Ayah Nisa menceraikan ibunya.Dengan keadaan yang semacam itu hidup Nisa terasa semakin muram.Dalam setiap harinya ibu Nisa selalu berfikir dari mana saya mampu mencukupi kebutuhan hidup bagi keluarganya itu,sebagai pemimpin keluarga tanpa ayah tersebut dirasa hidupnya hanya dengan satu kaki.Namun semua itu dilakukan Ibu Nisa dengan penuh semangat untuk masa depan kedua buah hatinya tersebut.Ibu Nisa bekerja sebagai tukang buruh cuci keliling dari desa ke desa yang lain dengan upah yang sangat minim.
Ketika sedang bahagia-bahagianya ,tiba-tiba selang beberapa bulan Ibunya tiada.Ibunya memenuhi pangggilan istirahat sang pencipta.Tak mampu Nisa menarik tetesan air mata yang jatuh terus menerus ketika peristiwa yang menyedihkan itu.Tak kuasa Nisa menjalani keadaan yang semacam itu.Tak kuat rasanya kalau ia harus jalani kehidupan hanya dengan adiknya yang masih kecil.
Sambil memikirkan keadaanya ia sekarang berusaha mencari uang untuk biaya hidup yang mahal pada zaman ini.Mencari biaya hidup untuk dirinya dan adiknya agar mampu bertahan hidup.Nisa hanya lulusan SMP,sedang adiknya baru masuk kelas satu Sekolah Dasar.
Terasa berat hati Nisa menerima semua itu,mengikhlaskan apa yang terjadi.Ia tak mau hidup dari belas kasihan orang lain.Ia selalu berusaha sendiri untuk kehidupan kedepan selama jiwa dan raganya masih mampu.Ia selalu percaya bahwa Allah tak pernah meninggalkanya dan tak pernah menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya.Setiap hari Nisa bekerja berjualan gorengan dari desa ke desa yang lain sambil berteriak”gorengan-gorengan” meskipun terkadang pernah tidak laku sama sekali daganganya,tapi ia selalu bersyukur atasa apa yang ia dapat saat ini.Ia percaya Allah pandai membagi rezeki.
Setiap adik akan berangkat sekolah,ia selalu menatap wajah adiknya dengan penuh harap.Dengan harapan dalam hatinya”semoga nanti kamu menjadi orang yang beruntung dan sukses dek”setiap hari semacam itu !!!
Saat ini adiknya sudah lulus SMA.Dan sekarang adiknya mendapatkan beasiswa kuliah disebuah universitas ternama di kota tempat tinggalnya.Saat adiknya mendapatkan beasiswa kuliah adiknya meminta agar Nisa berhenti bekerja .Karena dirasa kakaknya sudah cukup berjuang untuk dirinya.
Namun kakaknya menolak.Nisa selalu ingin menjadi pahlawan dalam kehidupan adiknya dan selalu ada untuk adiknya.Beberapa tahun kemudian adiknya berhasil menjadi sarjana dan mendapat predikat lulusan terbaik pada waktu wisudanya.Sekarang ia diterima kerja di sebuah perusahan ternama di ibu kota dengan gaji yang cukup untuk hidup yang panjang.Hidup mereka sekarang lebih nyaman dan lebih bahagia.
Mereka bersyukur sebanyak-banyaknya kepada Allah atas perjalanan hidup yang diberikan .Dengan proses perjalanan itu,Nisa sadar bahwa sesungguhnya kenyamanan itu tidak diperoleh dari usaha yang biasa biasa saja.Tapi semua itu diperoleh dari usaha yang sungguh luar biasa.
Sosok kakak seperti Nisa patut kita jadikan teladan .Percayalah bahwa Allah pasti akan mengabulkan keinginan dan doa hambanya yang selalu sabar.Mulailah membiasakan kebaikan – kebaikan dari orang di sekitar kalian dan jangan pernah menunda-nunda hal yang sifatnya positif.Karena kita tidak akan pernah tau kapan nafas kita akan diambil oleh-Nya.
-SEKIAN-