Minggu, 21 September 2014

Sebuah Puisi Kerinduan


Tentang Kerinduan


Hujan deras,waktu berjalan ke pukul malam
Di beranda sendirian
Angin bertamu
Mengajak melongok pintu kenangan
Berkali-kali purnama terlewati
Namun memori selalu terjebak ruang rindu
Langkah senantiasa seperti ini
Perasaan dikala sedih hati

Sejak pertemuan
Lalu terpisah gelombang lautan
Hujan adalah pintu kerinduan
Untuk menjumpaimu
Menatap samar wajahmu tidaklah nyaman
Tetapi sulit mencapai lebih
Hati senyap hingga pukul malam
Menuju subuh


Usai sembahyang kulangitkan doa
Mengetuk pintu langit sadar kebahagiaan
Dan penderitaan di dunia
Setebal asap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar